Kamis, 24 Mei 2012

MAKALAH MANAJEMEN KOPERASI


BAB I
PENDAHULUAN

            Dilihat dari era globalisasi sekarang masyarakat berusaha untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam rangka mencapai tujuan yang hendak dicapai, dengan menggunakan waktu yang seefektif dan seefisien mungkin dan dengan biaya yang relatif murah. Koperasi merupakan badan usaha dalam rangka membangun ekonomi rakyat berdasarkan asas kekeluargaan. Di lihat dari sejarah, koperasi dilahirkan sebagai usaha yang berperan dalam memajukan kepentingan perekonomian anggota koperasi tersebut. Dalam koperasi anggota sebagai pemilik dan pelanggan mempunyai posisi kekuasaan yang tertinggi, mereka mendirikan dan mengembangkan perusahaan koperasi untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya.
            Pertumbuhan koperasi relatif mengalami kemunduran yang mana salah satu penyebabnya adalah konsep pengembangan strategi dalam koperasi untuk dapat merespon persaingan dan pasar yang terus berkembang dengan cepat. Perkembangan yang cenderung  liberalisme membuat koperasi semakin sulit untuk tumbuh lebih maju dalam persaingannya. Permasalahannya yang penting adalah dimana koperasi yang didirikan benar-benar dibutuhkan dan dapat memberikan pelayanan kepada para anggota dan masyarakat sekitar, dan menjadikan hidup anggota menjadi lebih baik. Dengan demikian dalam memajukan koperasi, diperlukannya kerja sama atas semua unsur-unsur koperasi dengan sesuai fungsi-fungsi dari unsur-unsur tersebut.
           



BAB II
Pembahasan
A. Alat-Alat Manajemen  Koperasi
Alat-alat manajemen koperasi merupakan suatu yang berpengaruh dalam proses pengembangan dan kemajuan koperasi. Yaitu terdiri dari :
1.     Badan Pengurus Dan Pemeriksa (BPP).
Dimana BPP adalah anggota yang dikuasakan oleh anggota untuk menggunakan kekayaan anggota yang telah dikumpulkan guna menjalankan usaha bersama tersebut.
Badan pemeriksa mewakili anggota untuk mengawasi pengurus agar bekerja menurut kebijaksanaan-kebijaksanaan sebagaimana telah dituangkan didalam anggaran dasar dan agaran rumah tangga koperasi. Jadi ini mengandung arti bahwa usaha dan organisasi Koperasi diurus secara bersama-sama oleh anggota untuk kepentingan anggota itu sendiri.
Dan dilihat dari fungsi BPP pada alat Koperasi maka ada hal-hal yang harus di perhatikan yaitu adalah sebagai berikut :
a.      Pengertian dan arti pentingnya
“Pengawasan adalah merupakan tindakan atas proses kegiatan untuk mengetahui hasil pelaksanaan, kesalahan, kegagalan, kemudian dilakukan perbaikan dan mencegah terulangnya kembali kesalahan tersebut”.
H. Koontz dan CO Donnel, mengatakan bahwa :Perencanaan dan Pengawasan ibarat kedua sisi dari mata uang yang sama (planning and controlling are the two sides of the same coin)”

b.     Fungsi Pengawasan.
1.      Mencegah terjadinya berbagai penyimpangan atau kesalahan.
2.      Memperbaiki berbagai penyimpangan atau kesalahan yang terjadi.
3.      Untuk mendinamisir organisasi/koperasi serta segenap kegiatan manajemen.
4.      Untuk mempertebal rasa tanggung jawab.

c.      Sifat Pengawasan.
1.      Inspektif, yaitu melakukan pemeriksaan setempat (on the spot), untuk mengetahui sendiri keadaan yang sebenarnya.
2.       Komporatif, yaitu membandingkan antara hasil dengan rencana yang ada.
3.       Verifikatif, yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh staf, terutama pada bidang keuangan dan atau material.
4.       Investigatif, yaitu melakukan penyelidikan untuk mengetahui terjadinya penyelewengan yang tersembunyi.

d.     Metodelogi Pengawasan.
1.      Menetapkan rencana pengawasan.
2.      Melaksanakan pengawasan.
3.      Melakukan penilaian/evaluasi.

e.      TeknikPengawasan.
Jadi supaya pengawasan menjadi efektif dan efisiensi maka perlu teknik-teknik sebagai berikut :
1.      Pengawasan yang menitik beratkan pada hal-hal yang menyolok (control by exeption).
2.      Pengawasan yang menitik beratkan pada pengeluaran.
3.       Pengawasan yang menitik beratkan pada orang-orang yang dipercaya (control through key person).
4.      Pengawasan dengan menjalankan suatu rangkaian pemeriksa / verifikasi / secara sistematis (control through audist).

2.     Manajer
a.       Defenisi Manajer
Manajer adalah seorang tenaga profesional yang memiliki kemampuan sebagai pemimpin tingkat pengelola, yang diangkat dan diberhentikan oleh Pengurus setelah dikonsultasikan dengan Pengawas. Disamping itu manajer juga berperan  membuat rencana ke depan sesuai dengan ruang lingkup dan wewenangnya, mengelola sumberdaya secara efisien, memberikan perintah, bertindak sebagai pemimpin dan mampu melaksanakan kerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi (to get things done by working with and through people).
Ropke J ( 1988 ) teori tripartiet partisipasi Anggota yang efektif dipengaruhi oleh :
1.      Kesesuaian antara Output program koperasi dengan kebutuhan dan keinginan para anggotanya
2.      Permintaan anggota dengan keputusan – keputusan pelayanan koperasi.
3.      Tugas koperasi dengan kemampuan manajemen koperasi

Disamping itu, untuk mencapai suatu keberhasilan dalam suatu koperasi maka keberhasilan  manajer ditentukan oleh 3 faktor , Yaitu :
a) Partisipasi anggota
b) Profesionalisme manajemen
c) Faktor Eksternal

b.      Manajer dalam Actuating (Penggerakan Untuk Bekerja)
Koperasi hakekatnya dibangun untuk memberdayakan masyarakat dari kesulitan, kekurangan, kelemahan dan kemiskinan.[1] Misi ini sangat erat kaitannya dengan pola pengaturan kelembagaan dari masyarakat itu (komunitas anggota koperasi) sendiri membangun kesejahteraan secara bersama-sama (goal). Untuk mencapai tujuan koperasi tersebut maka koperasi harus menunjukkan jatidirinya yang mandiri.
c.       Manfaat  Usaha Koperasi
Keuntungan Ekonomis :
1.      Peningkatan skala usaha (menjual dan membeli).
2.      Pemasaran (menampung hasil produksi).
3.      Pengadaan barang dan jasa (menyediakan untuk anggota).
4.      Fasilitas kredit (memberi kemudahan kepada anggota).
5.      Pembagian SHU (berdasar transaksi dan partisipasi anggota).
Keuntungan Sosial :
1.      Keuntungan kelompok (kepentigan banyak orang).
2.      Pendidikan dan pelatihan.
3.      Program sosial lainnya (kesetiakawanan antar anggota).
Sesuai dengan pengertian dan jatidiri serta nilai-nilai koperasi tersebut diatas maka keberhasilan koperasi dalam melaksanakan perannya antara lain ditujukan:
1.     Membangun dan meningkatkan peran dan partisipasi anggota.
Anggota Koperasi sebagai modal utama dari koperasi, maju atau mundurnya kinerja koperasi akan ditentukan oleh peran aktif anggota baik sebagai pemodal (pemilik), nasabah (konsumen)  serta sebagai penerima manfaat  atau dengan kata lain Anggota adalah Raja.
2.     Membangun kemampuan Pengelola dan kaderisasi.
            Pengelola atau pengurus koperasi  (termasuk juga jajaran struktural dibawahnya) harus memiliki kemampuan kepemimpinan, kewirausahaan, professional  serta terutama memiliki kejujuran. Pengurus dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya mampu menghasilkan pelayanan yang dapat memberikan manfaat kepada anggotanya (baik aspek manfaat fisik, ekonomi maupun manfaat psikologis). Manajemen koperasi difokuskan menjadi manajemen yang efisien dan efektif.

3.     Memiliki kesehatan keuangan.
            Keberhasilan dan kegagalan koperasi dapat dilihat sehat atau tidaknya keuangan tingkat kesehatan keuangan koperasi mencerminkan juga kesehatan usaha, Manajemen serta sehatnya kualitas pelayanannya kepada anggota. Keadaan keuangan dilaporkan secara berkala sesuai kaidah-kaidah akuntansi, terbuka dan bertanggung jawab.

4.     Membangun kemitraan antar koperasi dan kemitraan koperasi dengan pihak     Badan Usaha lain.
            Menghadapi  trend bisnis  (era pasar bebas) dan kemajuan teknologi yang semakin pesat, koperasi sejak dini sudah harus melakukan penyesuaian dan antisipasi pengembangan usahanya dengan melakukan kerjasama  antar koperasi (membangun sinergi) untuk memiliki bargening position dengan mengutamakan kekuatan pasar (captive market) anggotanya, karena Keberhasilan hanya dapat diraih secara bersama untuk Kepentingan yang sama, saat ini momentum untuk mewujudnyatakan kekuatan yang dimiliki koperasi  melalui kerjasama kemitraan.

d.     Usaha koperasi.

Sebagai koperasi, sebagaimana dengan bentuk usaha kumpulan modal bisa saja memilih usahanya berdasarkan kemugkinan untung  yang sebesar-besarnya. Akan tetapi mengingat koperasi adalah bentuk usaha bersama,  maka pilihan usaha koperasi itu ditentukan oleh kepentingan usaha atau mata pencarian anggotanya. Suatu koperasi tidak terpaku pada besarnya untung yang akan diperoleh dari usaha tersebut. Akan tetapi, suatu koperasi lebih memperhatikan kesejahteraan anggotanya dan meningkatkan daya beli anggota pada usaha koperasi tersebut.[2] Didalam usaha koperasi harus ada rapat anggota, sebab Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
Rapat Anggota Koperasi dilaksanakan untuk menetapkan :
1.      Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Perubahan Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga.
2.      Kebijaksanaan umum di bidang organisasi, manajemen dan usaha koperasi.
3.      Pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian Pengurus dan Pengawas.
4.      Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi, serta pengesahan laporan keuangan.
5.      Pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya dan pelaksanaan tugas Pengawas-bila koperasi mengangkat Pengawas tetap.
6.       Pembagian sisa hasil usaha.
7.       Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi.[3]
Untuk merencanakan suatu usaha koperasi harus terlebih dahulu ditentukan usaha yang dimaksud, sebab jika tidak demikian masing-masing usaha bisa berjalan sendiri-sendiri. Apabila tujuan sudah ditentukan sebaiknya digariskan kebijakan-kebijakan, strategi dan taktik untuk merancanakan tujuan itu. Penentuan tujuan dan strategi hendaknya dilakukan menurut metode dan teknik-teknik tertentu seperti teknik mengambil keputusan dan pelaksanaan.
Berkaitan dengan hal diatas, selain merencanakan hal-hal yang mendukung akan keberhasilan dari usaha koperasi yang akan di jalankan, dalam hal ini koperasi dalam setiap periode akan mengeluarkan laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan laporan yang menggambarkan rangkaian transaksi keuagan koperasi dalam suatu periode. Laporan keuangan juga dapat merupakan pertanggungjawaban dari pihak manajemen yang mengelola jalannya aktivitas koperasi selama dalam satu periode akutansi.   
Laporan keuangan sangat diperlukan oleh pihak-pihak pemakai laporan keuangan, baik dari pihak dalam maupun dari pihak luar badan usaha koperasi, sebagai alat untuk mengambil keputusan tertentu. Untuk dapat menimbulkan tingkat kepercayaan disisi para pengguna laporan keuangan, maka laporan keuangan harus disusun secara benar sesuai dengan standart akutasi keuangan  yang ada. Dengan adanya laporan keuangan yang jelas maka pemerintah akan berupaya untuk memberikan pinjaman kepada koperasi untuk menambah modal usaha yang di jalankan, untuk menunjang kemajuan dari pada usaha koperasi tersebut. Tentunya koperasi dalam hal ini benar-benar menggunakan pinjaman modal tersebut dengan semestinya, tanpa adanya penyimpangan-penyimpangan dalam penggunaan modal tersebut.
B. Manajemen
Kata manajemen di ambil dari kata bahasa inggris yaitu “manage” yang berarti mengurus, mengelola, mengendalikan, mengusahakan, memimpin.
 Pengertian manajemen menurut beberapa ahli:
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan dari pada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (By : Drs. Oey Liang Lee ).
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan.(By : James A.F. Stoner).
Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. (By : R. Terry ).
Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain. (By : Lawrence A. Appley).
Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. (By : Horold Koontz dan Cyril O’donnel ) .
Jadi pengertian manajemen secara umum adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
1.     Fungsi-fungsi manajemen
Menurut Drs. P. Hasibuan, setiap bentuk usaha termasuk koperasi harus berpegang pada fungsi-fungsi manajemen, dalam rangka melakukan fungsi-fungsi manajemen ini dalam rangka mencapai tujuan usaha masing-masing.
Pada umumnya, fungsi manajemen dibagi menjadi 5 (lima) bagian, yaitu :
A.     Planning.
Perencanaan berarti pemikiran yang cermat dalam mempertimbangkan, menentukan, dan mengatur faktor-faktor yang dibutuhkan dalam menjalankan kegiatan usaha. Perencanaan memberikan pola-pola untuk tindakan yang akan dijalankan. Perencanaan menjadi faktor yang penting dalam koperasi dengan alasan sebagai berikut :
1.      Ada hal-hal yang tidak pasti dan perubahan keadaan koperasi yang terjadi terus menerus.
2.      Adanya keterbatasan pengetahuan terhadap kondisi yang akan datang.

Langkah-langkah membuat perencanaan adalah sebagai berikut :
a.       Menetapkan tujuan akhir.
b.      Mencari dan meneliti berbagai alternatif untuk mencapai tujuan akhir tersebut.
c.       Menilai masing-masing alternatif.
d.      Memilih alternatif yang terbaik.
e.       Menunjuk orang-orang yang diperlukan.
f.        Merinci tanggung jawab dan kekuasaan masing-masing orang yang telah
g.       ditunjuk.
h.      Menguji hasil akhir operasi dengan perencanaan sebelumnya.

B.     Organizing.
Pengelolaan berarti merinci kewajiban dan tanggung jawab personal, melaksanakan rencana yang sudah disusun sebelumnya, membatasi dan mendefinisikan tanggung jawab dan kekuasaan, serta membagi tugas, tanggung jawab dan kekuasaan. Inti dari pengelolaan adalah kerjasama.

Pengelolaan menjadi faktor penting karena alasan sebagai berikut :
1.      Ada batas-batas kemampuan manusia untuk berurusan dengan manusia lain.
2.      Adanya waktu yang terbatas.
3.      Adanya batas-batas perhatian pada semua peristiwa dalam kegiatan usaha.
4.      Pengetahuan manusia yang terbatas.
Pengarahan berarti menuntun dan mengawasi pegawai yang ada dalam tanggung jawab pengurus agar dapat diarahkan pada tujuan akhir. Seorang pengurus dalam menuntun dan mengawasi pegawai bawahannya harus selalu memberi tahu, menerangkan apa-apa yang berhubungan dengan tugas yang dibebankan pada pegawainya, mengenai kebijakan pengurus, program, organisasi, dan hubungan garis kekuasaan selama hal itu tidak merupakan rahasia.

C.      Directing.
Setiap individu yang telah ditentukan  menempati suatu fungsi dan jabatan yang melakukan kegiatan-kegiatan organisasi yang belum tentu bekerja sebagaimana diharapkan jika tidak dikomunikasikan  dalam berbagai cara seperti perintah-perintah atau dengan motivasi tertentu.[4]
            Namun pada hakikatnya dengan adanya directing maka timbullah usaha-usaha komunikasi  yang membuat semua atau keseluruhan pihak yang terlibat dalam kegiatan koperasi untuk bekerja sesuai dengan rencana.
            Jadi kesimpulannya adalah Directing bertugas untuk suatu ketetapan agar semua aktivitas yang dilakukan sesuai dengan kegiatan pada koperasi sehingga bekerja tepat dengan sekejul yang telah ditetapkan guna membangun serta kesejahteraan Koperasi baik bagi para anggot a koperasi maupun kalangan lainnya.

D.     Coordinating.
Penyelarasan berarti keserempakan semua bagian dalam suatu proses dan kesatuan tindakan dari semua bagian dalam suatu organisasi.
Ada 3 (tiga) prinsip yang perlu diperhatikan dalam koordinasi, yaitu :
1.      Koordinasi dapat dicapai sebaik-baiknya dengan hubungan horisontal antara orang-orang dalam perusahaan.
2.      Koordinasi harus dicapai dalam tahap-tahap permulaan dari perencanaan dan perumusan kebijakan.
3.      Masing-masing faktor, bagian dalam suatu proses itu saling mempengaruhi dan saling berhubungan.

E.      Controlling.
Pengawasan berarti mengamati operasi, menganalisa arah gerak dan hasil-hasilnya serta mengetahui bagaimana menanggulangi penyimpangan dalam suatu perusahaan.
Dengan kata lain, pengawasan adalah pengukuran dan pengkoreksian semua tindakan bawahan untuk menjamin tercapainya tujuan perusahaan.
Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam menjalankan pengawasan adalah :
1.      Pembuatan ukuran atau standar, penilaian tindakan yang diharapkan berdasarkan ukuran standar, kemudian menanggulangi bila ada penyimpangan.
2.      Menguji semua aktivitas orang-orang, menyimpang atau tidak berdasarkan standar.
3.      Memperbaiki atau meluruskan tindakan-tindakan yang sekiranya akan berlainan dengan rencana.

Unsur pada Alat koperasi.
1. Pemerintah
            Dalam hal ini pemerintah pada koperasi berperan sebagai suatu pemberi investasi bagi kelancaran maupun kemajuan koperasi dengan syarat koperasi tersebut ketika didirikan memiliki unsur-unsur sebagai berikut, yaitu :
a.       Anggota
Merupakan orang-orang yang menggerakkan koperasi menjadi maju atau tidaknya sebuah koperasi. Hal ini dapat diartikan apakah koperasi dan mensejahterakan para anggota koperasi dan konsumen.

b.      Pemerintah
Dalam hal ini pada sebuah koperasi dilihatnya study kelayakan pada koperasi itu sendiri yang mencakup :
·         Ekonomi : digunakan sesuai dengan efesiensi dan efektifitas oleh para anggota , yaitu dengan adanya laporan keuangan pada setiap Rapat Anggota.
·         Hukum : digunakan atau berperan sebagai suatu instalasi yang berhak membirikan izin atas layak tidaknya koperasi tersebut ber diri sehingga  koperasi menjadi berfungsi mensejahterahkan para anggotanya amaupun konsumen.
·         Sosial : dimana dalam hal ini koperasi dituntun agar mampu menciptakan atau mampu
menciptakan hubungan antara anggota, maupun individu-individu dan sebagainya.

c.       Lembaga
Merupakan suatu penjelasan tentang jenis usaha apa yang akan didirikan serta tokoh masyarakat yang berperan dalam kelayakan koperasi karena dalam hal lembaga pada kperasi ini adanya 2 kelompok yang mendukung dan tidak mendukung sehingga timbullah jinis koperasi yang bersifat single dan multi.

d.      Study kelayakan
Sangat erat kaitannya dengan kelayakan koperasi tersebut dapat didirikan serta mendapat  izin dari pemerintah, oleh karena itu study kelayakan ini sangat mempertimbangkan  pelayanan Usaha. Usaha koperasi disini agar mencapai perkembangan perlu adanya memperhatikan hal sebagai berikut yaitu:[5] 
ü  daerah yang potensial dalam pelaksanaan program swasembada pangan diberikan kebebasan kepada anggota koperasi untuk mengembangkan usaha yang cocok dengan daerah kerja
ü  bagi koperasi atau KUD yang akan mengembangkan usaha disamping yang telah diprogramkan maka perlu diberi kesempatan untuk memperoleh modal dari lembaga keuangan atau Bank.
ü  agar dapat menampung hasil produksi anggotaa koperasi atau KUD perlu diadakan kerja sama antara koperasi dengan perusahaan swasta dan Negara atas dasar hakikat demokrasi ekonomi.

 Manajemen Modal Kerja
Modal kerja adalah jumlah keseluruhan dari aktiva lancar, terutama terdiri atas Kas-Bang, piutang dan persediaan barang-barang. Pada dasarnya volume modal kerja yang dibutuhkan suatu modal tersebut tergantung dari pada kecepatan berputarnya modal serta banyaknya pengeluaran uang setiap harinya. Adapun manajemen modal kerja  meliputi :[6]


a.       Manajemen kas.
Di dalam kas ini termasuk pula uang simpanan di bank yang setiap saat dapat dipergunakan. Tujuan manajemen kas adalah untuk menentukan kas minimum yang selalu harus tersedia, agar selalu dapat memenuhi kewajiban  pembayaran pembayaran yang sudah sampai waktunya.
b.      Manajemen Piutang.
Piutang terjadi karena adanya transaksi penjualan kredit. Tujuan pengelolaan piutang ini adalah untuk meningkatkan volume penjualan kredit dan memperkecil kemungkinan timbulnya resiko rugi dari penjualan kredit tersebut. Dengan demikian pada setiap transaksi penjualan harus diteliti kemampuan dan kebiasaan pembeli/ langganan yang bersangkutan. Di dalam manajemen piutang ini perlu pula kita perhatikan perputaran piutang. Makin tinggi tingkat perputarannya makin baik, karena makin kecil modal diperlukan untuk melayani penjualan kredit yang sama volumenya.

c.       Manajemen persediaan barang.
Persediaan barang sangat banyak kaitannya dengan kegiatan penjualan, produksi dan likuditas. Demikian mempunyai pengaruh langsung terhadap rentabilitas Koperasi.
Modal dalam perkumpulan Koperasi di dapat dari tiga unsur:
1.       Dari anggota-anggotanya sendiri, berupa simpanan- pinjaman.
2.      Dari sisa hasil usaha koperasi, yaitu bagian yang dimasukkan cadangan.
3.      Dari luar, misalnya pinjaman.[7]










KESIMPULAN

Melihat dari uraian-uraian di atas maka dapat kita tarik beberapa kesimpulan bahwa letak kaitan Unsur-unsur manajemen dengan alat koperasi adalah sangat berhubungan, dimana setiap bagian dari fungsi manajemen merupakn suatu roda yang menggerakkan bagian dari alat alat tersebut. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana peran fungsi manajemen dalam memberikan kontribusi pada alat kopersai, yaitu:
1.      Planning.
2.      Organizing.
3.      Directing.
4.      Coodinating.
5.      Controlling.
Dan dari kesemua itu angat berpengaruh untuk alat-alat koperasi, misal :
1.      BPP (Badan Pengawas dan pemeriksa) : sangat memerlukan evaluasi dan pengawasan, dimana dengan adanya pengawasan serta evaluasi tersebut dapat membuat koperasi terkendali dengan baik serta memberikan perkembangan bagi koperasi.
2.      Manajer : Manajer dalam  hal ini adalah sebagai penggerakan untuk bekerja dalam memajukan koperasi, karena peran manajer adalah sebagai actuating.
3.      Usaha : Dimana usaha koperasi harus ada rapat anggota, sebab Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.Rapat Anggota bertujuan untuk melaksanakan :
·         Anggaran.
·         Kebijaksanaan.
·         Pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian Pengurus dan Pengawas.
·         Rencana kerja anggaran pendapatan serta laporan keuangan.
·         Pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya.
·         Pembagian sisa hasil usaha.
·         Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi.
Jadi, untuk mewujudkan itu semua tentu harus memiliki planning yang efektif sehingga dapat tercapai point-point diatas tersebut. Dan pada intinya Alat koperasi ini sangatlah berpengaruh bagi unsur-unsur manajemen karena manajemen adalah sebuah penggeraknya untuk mensukseskan koperasi.
DAFTAR PUSTAKA

·         Simatupang. T. B.Puspa Ragam Manajemen Indonesia Dan Bisnis Cina Di Asia Tenggara. (Jakarta:Pt. Pustaka Binaman Presindo, 1992).
·         Team Universitas gajah Mada. Koperasi Sebuah Pengantar, Departemen Koperasi, (Jakarta : T.P. 1987).
·         Widiyanti, Ninik. Manajemen koperasi. (Jakarta; PT. Rineka Cipta. 1994).
diakses tanggal 5 Mei 2012.
·         http://www.koperasiku.com/artikel/manajemen-koperasi. diakses tanggal 07 Mei 2012.




[2] Ninik widiyanti. Manajemen koperasi. (Jakarta; PT. Rineka Cipta. 1994). H. 18.
[4]Ninik Widiyanti. Manajemen Koperasi. (Jakarta : PT. Renerka Cipta, 1994). H. 84-85.
[5] Simatupang. T. B.Puspa Ragam Manajemen Indonesia Dan Bisnis Cina Di Asia Tenggara. (Jakarta:Pt. Pustaka Binaman Presindo, 1992) Hal 16-18.

[6]Team Universitas gajah Mada, Koperasi Sebuah Pengantar, Departemen Koperasi (Jakarta : T.P 1987). H. 253
[7] Ninik Widiyanti. Op, cit. H. 113.